Silly tidak pernah bisa menebak apa yang akan terjadi padanya hari ini, besok ataupun lusa, karna Silly bukanlah seorang cenayang, Silly hanya seorang gadis yang di anugerahi oleh sang pencipta wajah yang sangat cantik, kaki belalang yang menggoda dan tubuh langsing yang menggairahkan, tapi Tuhan memang maha adil, karena alangkah akan menyebalkannya kalau Silly pun dianugerahi otak yang briliant, nope, Silly tidak mempunyai otak yang briliant, bahkan beberapa bisik-bisik yang berterbangan bersama angin sepoi-sepoi yang menyegarkan disore hari menyebutkan bahwa Silly tidak memiliki otak, kepalanya kosong, isinya cuma angin, Silly si airhead.
Silly seorang peragawati yang sangat terkenal, bukan hanya karena body proporsionalnya dan wajahnya yang sangat cantik, tapi juga karena kesuper tololannya dan juga semua gosip tentang dirinya yang tidak pernah ada habisnya, yang memenuhi hampir semua majalah, tabloid dan infotainment di sepenjuru bumi pertiwi ini. Dan hebatnya cap kuper dan mahluk mars akan melekat kepada mereka yang tidak tahu perkembangan berita dan gosip-gosip terbarunya Silly, semua wartawan berebutan menghisap semua sari berita dari sekeliling Silly, dari yang paling kecil, hingga yang maha besar, bahkan beberapa dengan tanpa merasa berdosa sedikitpun seenaknya menciptakan beritanya sendiri tentang Silly yang benar-benar sangat tidak berdasar, yang penting pembaca puas dan jualan mereka laku, perasaan si Silly? Agh, sudahlah, tidak usah dipikirkan, toh dia juga tidak pernah bisa berpikir, otaknya toh gak ada, cuekin aja, begitulah kira-kira apa yang ada di benak para wartawan tersebut, yang telah mengarang cerita maha dahsyat tentang Silly.
Minggu ini ada tujuh berita yang berbeda-beda, yang menjadi berita hangat disemua lapisan masyarakat di negeri ini, yang tidak henti-hentinya dibahas, diperbincangkan dan dicela serta dimaki dalam setiap kesempatan yang ada, mulai dari acara arisan di paprika, nongkrong di starbuck, clubbing di musro, beli sayur di pinggir komplek, kumpul-kumpul pembantu di taman komplek, bahkan saat jam istirahat di SD sekalipun, dan semua berita itu menyangkut satu nama Silly…
Silly itu nggak perawan lagi, wah itu sih gosip lama, so last year, hello jeng, kamu selama ini dimana aja? Holiday ke mars ya? Bisa-bisa nya nggak tahu kalau si Silly itu, udah aborsi lagi, untuk ke tiga kalinya, hebat bangetkan? Heran deh ngelihat ‘tu pere, bener-bener gak ada otaknya ya, gak tahu apa yang namanya learning by doing, belajar dari pengalaman gitu loh, gak kenal apa dia sama yang namanya alat kontrasepsi…. bla…. bla… bla…
Gila aja ya, si Silly itu hari gini masih aja sedot lemak, sangat nggak sehat, tapi cocok sih buat air head girl seperti dia itu, kalo saya sih lebih memilih yoga atau … bla… bla… bla…
Pantesan aja si Silly itu selalu bisa beli ini itu, yang branded, kalo dipikir-pikir iya juga sih, nggak mungkin banget cuma dari penghasilannya yang sebagai peragawati, dia bisa memenuhi gaya hidupnya yang teramat sangat jetset, high class…. bla… bla… bla… bla…
Hahaha… kalo elo emang mau nyobain yang namanya orgy-party, lo dateng aja ke rumahnya si Silly, disitu kan markasnya sex party, oh man, she’s so wild… can’t wait to fuck her in… bluah… bluah… bluah…
Lo katanya ngefans ama si Silly ya, wah mendingan lo langsung jadi gigolo aja, body lo lumayan tuh, si Silly kan suka banget ngebooking gigolo, dia itu bener-bener hyper deh pokoknya, asal burung lo gede, tahan lama, dan body six pack, selain elo bisa ketemu ama idola lo, lo juga bisa nidurin dia, di bayar pula, gila man, bayarannya gak tanggung-tanggung, puluhan jeti gila… cuap…. cuap… cuap…
Kata mama, Silly yang peragawati ngetop itu benci sama anak kecil, dia suka menyiksa anak pembantunya… hi… ngeri ya…. cit… cit… cit….
Coba deh perhatiin hidung sama dagunya Silly, kelihatan aneh nggak? Dia sih ya, masih aja mau-maunya operasi plastik, nggak ngeri apa dia ngeliat Jacko, hiii………..
Paling tidak itulah beberapa gosip terhangat tentang Silly, minggu ini, yang selalu menjadi perbincangan manusia-manusia haus hiburan, yang akan tetap hangat setidak-tidaknya hingga satu minggu kedepan, sampai para wartawan menemukan berita baru ataupun ilham karangan baru yang akan mereka jual lagi tentang Silly, tidak peduli akan perasaan Silly, karena toh si Silly tidak mempunyai otak, toh dia tidak pernah ambil pusing, tidak pernah komplain apa lagi sampai menuntut kepengadilan, jadi kenapa kita tidak berlomba-lomba menciptakan karangan yang paling fenomenal, kontroversial, paling menarik lah pokoknya, yang penting pembaca senang, jualan laris manis, bos pun senang, gaji naik, dapet bonus pula dan kalau sedang beruntung bisa naik jabatan pula, thanks to Silly, dia juga tidak rugi apa-apakan? Dia nggak pernah mikir ini juga kok.
Silly tidak pernah bisa menebak apa yang akan terjadi padanya hari ini, besok ataupun lusa, karena Silly bukanlah seorang cenayang, Silly hanya seorang gadis yang di anugerahi oleh sang pencipta wajah yang sangat cantik, kaki belalang yang menggoda dan tubuh langsing yang menggairahkan, tapi tuhan memang maha adil, karena alangkah akan menyebalkannya kalau Silly pun dianugerahi otak yang briliant, nope, Silly tidak mempunyai otak yang briliant, bahkan beberapa bisik-bisik yang berterbangan bersama angin sepoi-sepoi yang menyegarkan disore hari menyebutkan bahwa Silly tidak memiliki otak, kepalanya kosong, isinya cuma angin, Silly si air head. Tapi Silly tetap masih mempunyai cukup otak untuk menyadari bahwa banyak yang memanfaatkan kekurangannya, banyak orang yang menyebarkan berita-berita isapan jempol tentang dirinya. Silly masih punya cukup otak untuk menebak apa yang akan ada di tabloid minggu ini, apa yang akan ada di infotainment sore ini, apa yang akan ada di majalah bulan depan, bukan karna dia sorang cenayang, bukan pula karena dia bekerja disana, apalagi karena dia cerdas, bukan, tapi karena ini sudah menjadi rutinitas buatnya, sudah menjadi keseharian, dia telah merelakan pemerkosaan terhadap semua hak-haknya akan kebenaran dan privasi oleh para wartawan, dia sudah tahu dari dulu bahwa ini semua akan terjadi, bukan karna Silly seorang cenayang, apa lagi karena cerdas, bukan pula karena ibunya pernah mengalami hal yang sama, ibunya tidak sebodoh dia, tapi karena dia sudah mengalaminya semenjak kecil, fitnah sudah menjadi makanannya setiap hari sepanjang hidupnya, mulai dari teman sekelas, teman sebangku, teman se komplek, pacar kakaknya, bahkan kakaknya sendiri sangat sering memfitnahnya, selalu menjadikannya kambing hitam untuk semua kesalahan yang mereka lakukan, dan dari dulu Silly tidak pernah bisa membela dirinya sendiri sekalipun juga, seperti juga sekarang Silly tidak pernah mau ribut-ribut memberikan konfirmasi atas semua gosip yang membanjirinya, atau mengadakan jumpa pers sekalian, apalagi menuntut surat kabar, atau tabloid, atau infotainment, apa lagi si wartawan bersangkutan ke pengadilan, seperti yang pernah dilakukan oleh beberapa orang artis lainnya. Silly tidak pernah melakukan penuntutan ataupun pembelaan apapun atas dirinya, walaupun jelas-jelas hampir semua, kalau tidak bisa dibilang semua berita itu bohong, berita yang benar hanyalah bahwa dia sudah lama tidak lagi perawan, kalau keperawanan itu dinilai dari sobeknya selaput dara, tapi Silly tidak peduli karena menurutnya keperawanan itu hilang ketika dia melakukan hubungan sex dengan lelaki yang dicintainya dengan landasan cinta, suka sama suka, dan Silly tidak pernah mencintai vibratornya, jadi walaupun selaput daranya telah sobek karena vibrator ungu, dengan motif bunga-bunga yang sangat retro, yang berulang kali memasukinya, Silly masih menganggap dirinya perawan. Silly tidak melakukan penuntutan apapun bukan karena dia tolol, bodoh, apa lagi takut, bukan, tapi karena dia mempunyai hati.
Silly tidak pernah bisa menebak apa yang akan terjadi padanya hari ini, besok ataupun lusa, karena Silly bukanlah seorang cenayang, Silly hanya seorang gadis yang di anugerahi oleh sang pencipta wajah yang sangat cantik, kaki belalang yang menggoda dan tubuh langsing yang menggairahkan, tapi Tuhan memang maha adil, karena alangkah akan menyebalkannya kalau Silly pun dianugerahi otak yang briliant, nope, Silly tidak mempunyai otak yang briliant, bahkan beberapa bisik-bisik yang berterbangan bersama angin sepoi-sepoi yang menyegarkan disore hari menyebutkan bahwa Silly tidak memiliki otak, kepalanya kosong, isinya cuma angin, Silly si air head. Mungkin benar Silly tidak mempunyai otak, mungkin benar kepalanya itu kosong, mungkin juga benar isi kepalanya Cuma angin semata, airhead, tapi Silly mempunyai hati yang maha besar, mempunyai jiwa yang tak kalah besarnya, Silly tidaklah begitu bodohnya, sehingga dia tidak bisa membela dirinya atas semua gosip miring yang membanjirinya, Silly tidak mempunyai ketakutan apapun untuk menuntut mereka di pengadilan atas perusakan nama baik yang mereka lakukan pada dirinya, atas semua kepedihan dan kesedihan yang ditimpakan kepadanya, atas semua cibiran, cacian, makian, gunjingan, tatapan sinis, telepon dari sanak-saudara, para kerabat dan kolega yang tak kunjung henti berdering, berteriak, berseru, menanyainya, menghakiminya, terus menerus. Silly tidak menuntut atas cap-cap jelek, murahan dan lain sebagainya yang telah memenuhi mukanya, ditambah corengan-corengan lainnya, hingga hampir tidak ada lingkungan sosial yang mau menerimanya, kecuali mungkin rumah bordir, hingga semua pria yang mendekatinya tidak lagi membawa cinta, tapi membawa penis yang besar menegang, tidak sabar untuk mencicipi kelaminnya, yang kabarnya selalu sale. Silly bukannya tidak sedih atas semua itu, dia sangat sedih, sangat hancur, sangat tertekan dan sangat menderita, terganggu, sudah tidak perlu ditanya lagi, Silly amat-sangat-terganggu. Karena mungkin benar Silly tidak mempunyai otak, mungkin benar kepalanya itu kosong, mungkin juga benar isi kepalanya Cuma angin semata, airhead, tapi Silly tetap manusia biasa yang memiliki perasaan dan juga hati, bahkan Silly mempunyai hati yang sangat besar dan jiwa yang juga tak kalah besarnya. Tapi kenapa dia tidak pernah memberikan konfirmasi, tidak pernah menyangkal, tidak pula membantah, apa lagi sampai menuntut?
Apakah karena Silly begitu bodohnya, begitu penakutnya, begitu pengecutnya? Tentu saja tidak, Silly tidak sebodoh itu, dia juga bukan seorang yang pengecut.
Silly tidak pernah bisa menebak apa yang akan terjadi padanya hari ini, besok ataupun lusa, karena Silly bukanlah seorang cenayang, Silly hanya seorang gadis yang di anugerahi oleh sang pencipta wajah yang sangat cantik, kaki belalang yang menggoda dan tubuh langsing yang menggairahkan, tapi Tuhan memang maha adil, karena alangkah akan menyebalkannya kalau Silly pun dianugerahi otak yang briliant, nope, Silly tidak mempunyai otak yang briliant, bahkan beberapa bisik-bisik yang berterbangan bersama angin sepoi-sepoi yang menyegarkan disore hari menyebutkan bahwa Silly tidak memiliki otak, kepalanya kosong, isinya cuma angin, Silly si air head. Tapi Silly mepunyai hati yang sangat besar, dan jiwa yang tidak kalah besarnya, Silly tidak mau wartawan itu kehilangan pekerjaan, dengan tidak mendapatkan berita darinya, atau dengan dituntutnya mereka dipengadilan, atau jika wartawan-wartawan tersebut terpaksa menguber-uber dan mengarang berita tentang artis lain karena dia bukan lagi Silly sitolol, tapi artis-artis lain juga tidak tolol, jadi mereka para wartawan itupun dituntut, dan mereka jadi kehilangan pekerjaan, atau harus membayar uang yang cukup besar, dampaknya tidak ada lagi wartawan yang berani membuat berita yang fenomenal, kontroversial, akibatnya masyarakat bumi pertiwi ini akan teramat sangat menderita, mereka kehilangan hiburan mereka yang sangat sedikit diantara waktu-waktu yang selalu menekan mereka, membuat frustasi, para istri-istri yang kesepian, sesudah berminggu-minggu ditinggal suaminya yang entah sedang menemui gundiknya yang kesekian, akan sangat menderita karena tidak lagi mempunyai pembunuh waktu sendiri mereka, hingga mereka akan sangat merasakan kehilangan yang melanda, kehilangan suami, kehilangan anak-anak mereka yang menghilang entah kemana, yang telah pula mencoba untuk membuat anak-anak mereka sendiri. Para pembantu rumah tanggapun akan kehabisan hiburan satu-satunya diantara semua penderitaan pekerjaan mereka yang sangat menguras tenaga dan emosi dan dipenuhi caci makian serta teriakan, hingga jika tidak lagi ada berita “mengasyikan” yang akan mereka bahas antar pagar hanyalah penderitaan mereka masing-masing, tidak lagi ada senyum bahagia dalam hal menertawakan penderitaan Silly, dan itu akan sangat menambah beban mereka, Silly tidak mau itu semua terjadi, menurutnya akan sangat banyak yang kehilangan jika dia memberikan konfirmasi, menyagkal apalagi menuntut semua pemberitaan tentang dirinya.
Silly mungkin memang bodoh dan tidak punya otak, mungkin kepalanya hanya berisi angin, tapi percayalah dia mempunyai hati yang sangat besar, dan juga memiliki jiwa yang tidak kalah besarnya. Jadi Silly telah merelakan pemerkosaan terhadap semua hak-haknya akan kebenaran dan privasi oleh para wartawan, demi kelangsungan kehidupan keluarga si wartawan, dan orang-orang dipercetakan, yang akan kehilangan pekerjaan jika semua tabloid yang memuat berita bohong tentang dirinya ia tuntut. Silly merelakan pemerkosaan atas semua hak-haknya akan kebenaran dan privasi oleh para wartawan demi mengurangi penderitaan para istri yang telah berhari-hari ditinggal para suami mereka yang entah berada dikostan simpanan yang mana, yang keberapa, Silly merelakan dirinya dijadikan bahan tertawaan dan cibiran dan makian dan hinaan yang menghibur para pembantu yang frustasi, stres menghadapi anak majikan yang kelewatan bandelnya, pekerjaan yang hampir tidak pernah habisnya, dan majikan yang ampun-ampunan judesnya. Silly merelakan dirinya dihujat, dicaci maki, diteriaki, tak putus-putusnya menerima telepon yang berteriak, berdering dari para saudara, kerabat dan kolega yang menanyakan, mencaci, meneriaki, menghakimi, dia merelakan itu semua demi para masyarakat bumi pertiwi tercinta ini yang kelaparan karena hanya bisa makan sekali sehari disaat malam, tapi menyukai gosip, mencela dan menghujat, mencaci serta memaki orang lain sebagai snack, makan siang bahkan sebagai sarapan. Dan Silly merelakan harga dirinya menjadi makanan mereka, karena dia adalah Silly, wanita yang tidak mempunyai otak, yang kepalanya cuma berisi angin, yang begitu peduli pada manusia disekitarnya.
Solok.
11 Oktober 2005, 17.40pm, nunggu buka puasa.